Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es

Mengenal Proses Terjadinya Hujan Es

Fisika – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan hujan es yang terjadi di lima desa di Aceh. Hal tersebut sebagai proses alamiah yang kerap terjadi saat musim pancaroba.

Hujan es atau dalam ilmu metorologi disebut hal merupakan presipitasi yang terdiri dari bola-bola. Salah satu proses terjadinya yakni melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku.

Baca juga: Alasan Saturnus Bisa Diamati Dari Bumi

Proses kondensasi uap air yang mendadak biasanya menghasilkan es dalam ukuran besar. Mengingat ukurannya yang besar, tidak semua es mencair saat turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu relatif hangat.

Proses lain yang dapat menyebabkan hujan es adalah terjadinya pembekuan saat uap air dengan suhu dingin tertarik ke permukaan benih-benih. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terbentuklah es dengan ukuran yang besar.

Sementara hal itu yang disertai angin kencang berasal dari jenis awan bersel tunggal berlapis-lapis (CB) di dekat permukaan Bumi. Jenis awan berlapis-lapis ini biasa berbentuk bunga kol dan disebut Awan Cumulo Nimbus (CB).

Proses ini juga bisa berasal dari awan multisel dan pertumbuhannya secara bertikal dengan luasan area horizontal sekitar 3-5 km.

Baca juga: Alasan Berlibur Selain Bersenang-senang

Hujan es pada proses ini kerap terjadi dalam kurun waktu singkat antara tiga hingga lima menit hingga maksimal 10 menit. Hujan yang terjadi melalui cara ini bersifat lokal dan tidak merata. Lantaran awan berlapis-lapis menjulang secara vertikal sampai ketinggian lebih dari 30 ribu kaki.

Pada Minggu (7/7) hujan es terjadi di lima desa di Aceh Tengah, yakni Paya Dedep, Paya Tungel, Jeget Ayu, Jaging Jeget, dan Bukit Kemuning. Hujan berukuran kelereng turun sekitar 10 menit mulai pukul 14.15 WIB hingga 14.25 WIB.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *