5 Fakta Letnan Komarudin

5 Fakta Letnan Komarudin

5 Fakta Letnan Komarudin. Pada tanggal 1 Maret bertempatan dengan peringatan serangan umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Pertempuran selama beberapa jam melawan Belanda itu berhasil menunjukan eksitensi Indonesia di mata indonesia.

5 Fakta Letnan Komarudin

Pasalnya setelah Indonesia merdeka, Belanda sering kali mengeluarkan propaganda, bahwa negara ini sudah tidak memiliki kekuatan. Selain mantan Presiden Soeharto, seorang pejuang bernama Letnan Komarudin juga berperan pentiung dalam pertempuran tersebut.

5 Fakta Letnan Komarudin

Dengan segala kekuatan dan kemampuannya, ia ikut serta mengacaukan pertahanan tentara Belanda di Yogyakarta. Letnan Komarudin bahkan dimasukan sebagai salah satu karakter di film Janur kuning.

Saat Serangan Umum 1 Maret 1949, ia pernah membuat kesalahan fatal, akan tetapi justru berhasil mengecohkan Belanda. Ia juga dikenal memiliki kesaktian,yang sulit diterima oleh logika manusia. Berikut ini 5 fakta Letnan Komarudin, seperti yang kami kutip ini.

Sakti dan Tidak Tembus Peluru

Beberapa prajurit menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kesaktian yang dimiliki oleh Komarudin. Saat ia dan prajurit lainnya dikepung Belanda lengkap dengan senjata-senjatanya. Secara tiba-tiba mereka bisa menghilang seolah tidak terlihat.

Padahal bila dinalar, mereka tidak mungkin bisa kabur begitu saja. Letnan Komarudin meminta agar prajur lain memegang tubuhnya, Anehnya, mereka berhasil lolos dari kepungan Belanda tersebut. Lalu ketika beberapa pasukan dalam posisi terjepit, secara tiba-tiba Letnan Komarudin membantu mereka.

Salah Lihat Bandar

Sudah dari Jauh-jauh serang melawan Beland di Yogyakarta, akan dimulai pada tanggal 1 Maret 1949 pagi hari. Namun pada 28 Februari 1948, Soeharto yang saat itu menjadi KOmandan Wehrkreise III Yogyakarta, justru mendengar tembakan gencar.

Rupanya, pasukan yang dipimpin Komarudin sedang menyerang Belanda dari arah selatan. Baku tembak pun terjadi. Namun rupanya, Komarudin salah presepsi tanggal penyerangan umum tersebut. Setelah dikirimkan utusan, akhirnya ia menyadari bila saat iubukan tanggal 1 Maret.

Baca Juga : Penyebab Indonesia Dijajah Belanda

Meskipun salah, ternyata yang dilakukan Komarudin membuat Belanda terkecoh mengenai waktu penyerangan yang sebenarnya. Di hadapan Soedirman, ia pun menangis terisak-isak mengakui kesalahannya.

Menjadi Preman

Setelah pertempuran selesai, beberapa sumber menyebutkan bila Komarudin memilih untuk mrnjadi preman. Meskipun menjadi preman, dia memiliki kepribadian yang baik hati, maka dari itu dia sangat di segani di sana.

Ia pernah tinggal di Kotagede, Yogyakart, lalu secara misterius menghilang tanpa ada jejak sedikitpun keberadaannya. Saat seorang sahabat mencarinya, ia ditemukan berad di wilayah Cempaka Putih, Jakarta, serta tinggal di sebuah gubuk sempit.

Tidak Mempan di Suntik

Letnan Komarudin berhasil dibujuk dan mau pulang ke Yogyakarta pada tahun 1972. Tidak lama kemudian, ia jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Namun saat dirawat, dokter kesulitan untuk menyuntiknya karena kulitnya tersasa sangat keras sekali. Komarudin kemudian meninggal dunia pada tahun 1973 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumunegara.

Memiliki Nama Asli Eli Yakim Teniwut

Ketnan Komarudin memiliki nama asli Eli Yakim Teniwut. Ia lahir di Desa Ohoidertutu, Kei Kecil Barat, Maluku Tenggara. Komarudin disebut-sebut sebagai cicit Kyai Abdur Rahman yang dikenal sebagai Mbah Tanjung. Seorang ulamah terkemuka di Ploso Kuning Minomartani, Sleman.

Mbah Tanjung hidup di era kekuasaan Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792). Ia juga diyakini merupakan keturunan langsung Bantengwareng, seorang panglima perang pasukan pengeran diponogoto.

Baca Juga : Sejarah Pertempuran Ambarawa dan Isi Perjanjian

Letnan Komarudin pernah diusulkan untuk diangkat menjadi Pahlawan Nasional,Akan tetapi belum diketahui perkembangany sampai hari ini.

Author: admin sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *