Menggugat Sejarah Indonesia di Jajah Sampai 350 Tahun

Menggugat Sejarah Indonesia di Jajah Sampai 350 Tahun

Menggugat Sejarah Indonesia di Jajah Sampai 350 Tahun. Sampai generasi saat ini dalam pelajaran sejarah di sekolah, masih banyak catatan mengenai penjajahan oleh Belanda. Sampai 350 tahun merupakan angka yang fantastis ini tentu banyak membuat orang berfikir. Seperti apa bangsa Indonesia dahulu sampai bisa di jajah selama itu. Bahkan sebelum membahas tentang bangsa Indonesia tentu pemberian nama Indonesia teramat baru.

Menggugat Sejarah Indonesia di Jajah Sampai 350 Tahun

Menggugat Sejarah Indonesia di Jajah Sampai 350 Tahun

Nusantara adalah nama yang tepat sebenarnya bagi Indonesia. Akan tetapi dalam tulisan ini tidak akan membahas asal muasal dari nama Indonesia atau Nusantara. Akan tetapi mengenai buku “Bukan 350 Tahun Dijajah” karya G.J. Resink. Resink seorang alumni dari sekolah tinggi hukum Batavia lalu menjadi guru besar Fakultas Hukum di Universitas Indonesia.

Baca Juga: Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya

Buku ini pembelaan yang dilakukan oleh penulis atas kehebatan kerajaan yang berada di Nusantara di kala itu. Penulis mengkritik dengan keras aras tulisan-tulisan ilmuan Belanda yang masih menganggap Indonesia di jajah sampai 350 tahun. Argumen yang dibangun penulis sederhana saja, Indonesia di jajah secara parsial. Tidak bersifat menyeluruh terlebih yang datang ke Indonesia sebelumnya bukan pemerintahan Belanda. Akan tetapi kantor dagang yang berasal dari Belanda yang bernama VOC.

Awal kedatangan VOC untuk melakukan perdagangan dengan Nusantara serta mendapatkan langsung komoditas paling tinggi di Eropa. Kedatangan VOC di Sunda Kelapa dan Maluku untuk mendapatkan Cengkeh dan Pala. Akan tetapi dalam perjalanannya mereka ingin melakukan monopoli atas produksinya.

Baca Juga: Sejarah Pristiwa Gerakan 30 September 1965

Alhasil, menjajah merupakan cara yang sangat tepat pada kala tersebut. Monopoli atas komoditas hanya dilakukan di Sunda Kelapa dan Ambon. Lalu dengan hanya memegang monopoli dua daerah tersebut apahah sudah termasuk menjajah. Padahal di kala tersebut Nusantara terbagi menjadi banyaknya kerajaan.

Dalam buku tersebut, metode hukum internasional dan socio-culture digunakan untuk menilai apa saja yang dilakukan Belanda. Kenyataannya hanya menguasai Indonesia tidak lebih dari 45 tahun atau bisa dibilang kurang dari tahun tersebut. Selama 300 tahun lebih Belanda dan VOC berusaha untuk menguasai wilayah indonesia dengan cara bekerja sama dengan kerajaan lainnya.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *