Psikopat Paling Sadis Dalam Sejarah

Psikopat Paling Sadis Dalam Sejarah

Sejarah – Psikopat paling sadis. Semua orang pasti mengetahui kekejaman yang pernah dilakukan oleh Adolf Hitler. Dan banyak yang tahu bahwa di bawah kepemimpinan Joseph Stalin, korban yang tewas karena kelaparan dan pembunuhan berkisar antara 10 hingga 60 juta orang.

Sayangnya, para tiran ini bukan satu-satunya tokoh yang telah meninggalkan noda kelam dalam sejarah manusia. Berikut psikopat paling sadis yang terkenal sepanjang sejarah.

Baca juga: Destinasi Wisata Kuliner Terbaik di Dunia

1. Raja Leopold II

Psikopat Paling Sadis Dalam Sejarah
Raja Leopold II

Raja Belgia, Leopold II, terkenal saat memerintah Kongo dari tahun 1885 sampai 1908. Di bawah pemerintahannya yang brutal, jutaan orang Kongo tewas. Perkiraan angka kematian sangat bervariasi, yang diperkirakan antara 5 sampai 20 juta korban.

Tujuan Leopold adalah mengekstraksi karet dan gading dari wilayah Kongo. Untuk melakukannya, ia menggunakan tenaga kerja paksa yang bekerja keras di bawah ancaman mengerikan dari pasukannya, Force Publique.

Laki-laki yang gagal memenuhi kuota gading dan emas akan dimutilasi. Jika lelaki itu tidak dapat ditangkap, atau jika ia masih membutuhkan kedua tangannya untuk bekerja. Pasukan Force Publique akan memotong tangan istri atau anak-anaknya.

Tekanan internasional akhirnya memaksa Leopold untuk mengubah beberapa kebijakannya dan menyerahkan sebagian tanahnya pada tahun 1908. Walaupun demikian, Kongo masih menjadi koloni Belgia hingga kemerdekaannya pada tahun 1960.

Baca juga: Tempat Wisata Jogja Untuk Keluarga

2. Pol Pot

Psikopat Paling Sadis Dalam Sejarah
Pol Pot

Pol Pot menjadi pemimpin Partai Khmer Merah dan Perdana Menteri Kamboja dari tahun 1976 hingga 1979. Secara de facto ia sudah menduduki posisi tersebut sejak pertengahan tahun 1975. Tetapi setelah resmi berkuasa, dia memaksakan kebijakan agraria yang menyebabkan kematian 25 persen populasi Kamboja saat itu.

Pol Pot membentuk masyarakat tani Komunis, di mana seluruh kota Kamboja dikosongkan dan 2juta penduduk dipaksa untuk tinggal dan bekerja di pedesaan. Mereka dipaksa menjadi budak. Pekerjaan dimulai dari jam 4 pagi sampai jam 10 malam.

Selain kerja paksa, warga Kamboja juga mengalami malnutrisi, perawatan medis yang buruk, dan eksekusi jika berani melawan. Yang terburuk dari semuanya adalah eksekusi massal oleh Khmer Merah, yang dilakukan dengan menggunakan palu, gagang kapak, sekop atau batang bambu yang diasah.

Pembunuhan itu menargetkan para intelektual, profesional perkotaan, terduga simpatisan asing, penentang komunisme, dan lainnya. Rezimnya berakhir ketika tentara Vietnam menyerbu Kamboja dan mengusir Pol Pot. Diperkirakan 2 juta orang tewas di bawah rezimnya.

Baca juga: Barang Yang Menyimpan Radiasi di Sekitar Kita

3. Ivan the Terrible

Psikopat Paling Sadis Dalam Sejarah
Ivan the Terrible

Ivan IV dari Rusia lebih dikenal sebagai Ivan the Terrible adalah Pangeran Agung Moskow dari tahun 1533 hingga 1547, dan Tsar pertama Rusia dari tahun 1547 hingga kematiannya pada tahun 1584.

Masa pemerintahannya ditandai dengan perluasan perbatasan Rusia dan perkembangannya dari negara abad pertengahan ke kekaisaran yang kuat.

Pada awalnya Ivan memiliki reputasi yang baik. Sayangnya reputasi ini berubah karena sejumlah kekejaman dalam ekspansi, dan kecenderungannya untuk mengendalikan penduduk melalui aturan militer yang ketat.

Pada 1570, Ivan mendapat berita bahwa elite kota Novgorod berencana membelot ke Polandia. Ia dan pasukannya kemudian membangun tembok di sekeliling kota untuk mencegah pelarian dan mengumpulkan warga sipil, menyiksa dan membunuh antara 500-1.000 orang di hadapannya.

Ivan bahkan memukul menantunya sendiri yang sedang hamil sampai keguguran, karena mengenakan pakaian yang tidak sopan. Ketika putra Ivan mengetahui hal tersebut, keduanya langsung bertengkar, dan Ivan akhirnya membunuh putranya sendiri dengan sebuah pukulan keras di kepalanya.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *