Sejarah Teh Sariwangi di Indonesia

Sejarah Teh Sariwangi di Indonesia

Sejarah Teh Sariwangi di Indonesia. Nama Sariwangi tentu tidak asing lagi di telinga masyarakah khususnya di Indonesia. Adalah nama salah satu merek Teh Celup yang sangat populer di Indonesia sampai saat ini.

Sejarah Teh Sariwangi di Indonesia

Sejarah Teh Sariwangi di Indonesia

Belakanga, Sariwangi mendadak jadi sorotan, ia dikabarkan pailit akibat utang yang melilit.

Baca Juga: Sejarah Bitcoin Dari Masa ke Masa

Status pailit itu didapat setelah pengadilan Jakarta Pusat mengabulkan pembatalan homologasi atau perjanjian perdamaian. Antara PT Bank ICBC Indonesia dengan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (Sariwangi AEA). Serta maskapan perkebunan indorub sumber wadung.

Kapala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Wiwik Suhartono. Mengatakan bahwa putusasn tersebut akan diumumkan kepada Sariwangi dan Maskapai Perkebunan. Kemudian, pihaknya akan memverifikasi tagihan-tagihan dari kedua perusaan tersebut.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Letusan Gunung Tambora

Sariwangi dikenal sebagai salah satu pelopor teh celup di Indonesia pada masanya. Sariwangi berdiri sejak 1962 oleh Johan Alexander Supit. Secara resmi, ia berdiri dengan nama PT Sariwangi Agricultural Estate Regency.

Jejak Perjalanan

Meski telah berdiri sejak 1962, namun Sariwangi baru diperkenalkan pada publik sebagai produk Teh Celup asli Indonesia. Pada beberapa tahun kemudia nama itupunĀ  berubah.

Awalnya, teh ini di perkenalkan dengan nama Teh Celup pada tahun 1972. Namun, pada tahun 1973, ia resmi diperkenalkan pada publik sebagai Teh Sariwangi.

Budaya Teh Celup sendiri dimulai sejak Thomas Sullivan, ia seorang pedaang teh dan kopi asal New York, Amerika Serikat. Mengirim sampel teh dalam kantong sutra kecil kepada para pelanggan-pelanggannya di New York.

Kantong sutra dipilih Sullivat atas alasan ekonomis. Penggunaan kaleng untuk kemasan teh dianggapnya akan memakan banyak biaya pengeluaran.

Awalnya, tidak semua pelanggan Sullivan mengerti penggunaan Teh Celup tersebut. Mereka berfikir, Teh Celup tidak ubahnya teh bubuk yang langsung dituangkan pada air panas. Alhasil, mereka juga langsung melempar Teh Celup tersebut ke air panas yang sudah di sediakan tersebut.

Sejak saat itu, kepopuleran Teh Celup melonjak dan muli dipasaran secara komersial sejak tahun 1904 silam. Sariwangi sendiri di tengah kemerosotan pasar teh daun Indonesia. Saat itu, teh daun berbentuk bubuk yang disajikan dengan cara disaring yang dimana hal seperti itu sudah tidak praktis.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *