Sejarah Timor Timur Melepaskan Diri Dari Indonesia

Sejarah Timor Timur Melepaskan Diri Dari Indonesia

Sejarah Timor Timur Melepaskan Diri Dari Indonesia. Tomor-timur adalah merupakan sebuah wilayah bekas jajahan Portugis yang dianeksasi (Penggabungan). Oleh militer Indonesia menjadi sebuah provinsi di Indonesia (17 Juli 1976 sampai resminya pada 19 Oktober).

Mengulas tentang sejarah Timor-timur mengingatkan admin dengan teman di masa SD dahulu. Teman admin itu bernama “Dian Utami Timtim”.

Sejarah Timor Timur Melepaskan Diri Dari Indonesia

Sejarah Timor Timur Melepaskan Diri Dari Indonesia

Usut punya usut ternyata nama “Timtim” dibelakanbg Timor-timur adalah kepanjangan dari “Timor-timur”.

Menurut cerita si Dian Timtim bahwa sejarah nama belakang Timur-timornya. Adalah memang ada hubungannya dengan bekas wilayah ke 27 Indonesia tersebut Timor-timur.

Nama Dian Utami Timtim diberikan orang tuannya untuk mengingatkan dengan tugasnya sebagai anggota TNI. Yang pernah bertugas di Timor-timur kala itu. Menurutnya Timor-timur (Timtim). Sangat mempunyai kesan atau sejarah yang tidak terlupaklan bagi sang ayah sebagai anggota TNI yang ditungaskan di Timor-timur kala itu.

Sejarah Timor Timur Melepaskan Diri Dari Indonesia

Timor-timur berintegrasi dengan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah dijajah selama 450 tahun oleh portugal. Wilayah provinsi Timor-timur meliputi Pulau Timor, pulau Kambing/Atauro. Pulau Jaco dan sumber eksklave (Negara atau bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah negara lain). Ditimor barat yang dikelilingi oleh provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bergabungnya Timor-timur sebagai propinsi ke-27 Indonesia. di masa pemerintahan Presiden Soeharto merupakan suatu cerita panjang bagi kesejarahan Indonesia. Dimulai pada 31 Desember 31 Mei 1976, saat ini diketahui petisi yang mendesak pemerintah RI untuk secepatnya menerima. Serta mengesahkan integrasi Timor-timur ke dalam negara kesatuan RI tanpa referendum.

Integritas Timor Timur ke dalam wilayah RI diajukan resmi pada 29 Juni 1976. Lalu seterusnya, pemerintah mengajukan RUU integritas Timor Timur ke wilayah RI kepada DPR RI.

DPR melalui sidang plenonya menyetujui RUU tersebut menjadi UU Nomer. 7 Tahun 1976 pada 17 Juli 1976 dan ketentuan tersebut semakin kuat setelah MPR menetapkan TAP MPR No. VI/MPR? 1978, hingga pada akhirnya, Timor Timur menjadi propinsi indonesia yang ke-27.

Saat masihh bergabung dengan Indonesia Timor Timur memiliki 13 kabupaten yang terdiri dari beberapa kecamatan. Ketigabelas kabupaten itu adalah dili, baucau, monatuto, lautem, viqueque, manufani dan sebagainya.

Arnaldo dos reis Araujo dan Franxisco Xavier Lopez da Cruz saat itu diangkat oleh Presiden Soeharto. Menjadi gubernur dan wakil gubernur yang selanjutnya dilantik pada 3 agustus 1976. Oleh Amir Machmud yang saat itu menjabat sebagai mentri dalam negeri indonesia.

Timor-timur (Timor Leste) era Presiden B.J Habibie

B.J Habibi yang saat itu menggantikan Presiden Soeharto mau tidak mau turut tertimpa maslaah dan beragam krisis di Indonesia. Termasuk krisis dinegara yang terjadi di Timor Timur. Presiden Habibie yang saat itu terkesan tegas. Plin-plan dalam mengambil keputusan tentang masalah tersebut menjadi faktor keberuntung Xanana Goesmao untuk mengacaubalaukan rasa nasionalisme rakyat Timor Timur.

Presiden B.J Habibie berupaya keras untuk menghentikanya, namun sayang serasa tidak mampu hingga presiden. Membuat dua opsi (Pilihan Alternatif) yang dia tawarkan untujk memecahkan masalah Timor Timur.

Dua opsi yang ditawarkan kepada Timor Timur tersebut yaitu pemberian otonomi khusus atau memisahkan diri dari Indonesia.

Otonomi Khusus adalah kewenangan khusus yang diberikan kepada daerah tertentu. Untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya menurut prakarsa sendiri sesuai dengan hak dan aspirasi masyarakat di daerah tersebut.

Portugal dan PBB menyambut aik tawaran Presiden B.J Habibie tersebut. Selanjutnya, perundingan Tripartit terjadi di New York pada 5 Mei 1999 antara Indonesia, Portugal dan PBB. Kemudian menghasilkan kesepakatan tentang pelaksanaan jajak pendapat mengenai status masa depan Timor Timur.

Jejak pendapat diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus 1999 yang diikuti oleh 451.792 orang pemilih yang dianggap penduduk Timor Leste. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan UNAMET, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar negeri.

Pada tanggal 4 September 1999 di Dili dan di PBB hasil jejak pendapat masyarakat Timor Leste. Tentang pilihan untuk menerima otonomi khusus atau berpisah dengan NKRI diumumkan. Serta hasil 785 penduduk menolak otonomi khusus. Yang artinya mereka lebih memilih untuk memisahkan diri dari NKRI. Jadi seperti itulah sejarah Timor Timur Melepaskan diri dari Indonesia.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *