Cara Kerja Teknologi Quick Count

Cara Kerja Teknologi Quick Count

Teknologi – Teknologi quick count atau perhitungan suara cepat kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Yang ingin memantau hasil perhitungan suara hasil Pemilihan Presiden 2019 secara instan.

Quick count adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum, yang datanya diperoleh dari sampel di lapangan. Berbeda dengan teknologi pooling, sampel tidak diperoleh dari para responden yang ditanya satu per satu. Melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan.

Lalu, apa saja teknologi yang digunakan untuk mensukseskan sebuah penghitungan quick count? Jawabannya tergantung masing-masing lembaga. Namun, teknologi SMS atau pesan singkat cukup populer digunakan oleh lembaga-lembaga penghitung quick count.

Baca juga: Kota Favorit Bagi Perusahaan Teknologi

Sekedar tambahan, dahulu teknologi ini bukanlah bernama quick count, tetapi paralel vote tabulation atau tabulasi suara pemilih secara paralel.

Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana cara memanfaatkan teknologi quick count ini untuk diaplikasikan di lapangan? Berikut ini adalah kutipan cara kerja quick count yang umum dilakukan oleh para lembaga survei.

1. Mempersiapkan perangkat serta sistem pendukung untuk bisa memberikan data secara cepat ke pusat pengolah data lembaga survei yang melakukan metode quick count ini.

Perangkat ini mulai dari komputer untuk menginputkan data hingga ponsel untuk mengirim SMS hasil pemilu ke server tempat menerima data.

2. Pemilihan TPS sebagai tempat pengambilan data. TPS yang diambil secara acak berdasarkan pertimbangan jumlah penduduk, jumlah pemilih terbaru, penyebarannya pemilih seperti tersebar dalam beberapa kelurahan, dan sebagainya.

Singkatnya, proporsional kalau pemilih banyak lokasi sampel (TPS) yang diambil pun banyak serta mewakili karakteristik populasi.

Baca juga: Fitur Teknologi Mobil Yang Paling Diinginkan Pemiliknya

3. Mempersiapkan relawan untuk mengambil sampel dan menginputkannya ke sistem data. Jumlah relawan ini cukup banyak untuk mengambil data dari TPS yang telah dipilih.

4. Data yang telah didapat akan diolah di pusat data dengan menerapkan ilmu statistik dari olahan data inilah lembaga survei bisa menghitung secara cepat siapa pemenang pemilu.

Cara Kerja Teknologi Quick Count

Jika kita lihat dari cara kerjanya, kita dapat mengartikan bahwa hasil perhitungan quick count bukanlah hasil perhitungan dari seluruh TPS yang melakukan pemungutan suara, melainkan dengan menggunakan prinsip ilmu statistika.

Jadi, lembaga survei yang menyelenggarakan quick count ini hanya mengambil sampel dari sekian banyak TPS yang ada dan diambil dari TPS yang memiliki jumlah populasi yang banyak dan berbagi pertimbangan lainnya.

Meski tak pernah tepat dan pasti, tetapi hasil dari quick count (yang diselenggarakan oleh lembaga survei yang capable dan jujur) tak pernah meleset dari siapa yang memenangkan dari pemilihan umum tersebut.

Baca juga: Powerbank Yang Sudah Mendukung Teknologi Fast Charging

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *