Fakta Teknologi Hawk Eye Yang Bantu Wasit Jaga Fair Play

Fakta Teknologi Hawk Eye Yang Bantu Wasit Jaga Fair Play

Teknologi – Fakta teknologi hawk eye. Teknologi Hawk Eye diperkenalkan di dunia olahraga pada tahun 2000an. Mungkin banyak orang lebih mengenal sistem VAR, yang menjadi topik hangat di sepak bola. Tujuan dari Hawk Eye sendiri adalah melihat posisi terakhir pemain, dan bola. Hal ini agar diskusi antara pemain dan wasit dapat terjalin dengan baik agar olahraga tetap menjunjung tinggi fairplay.

Lalu bagaimana fakta-fakta teknologi hawk eye yang membantu wasit ini? Mari simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Cara Pasang Alat Pelacak Untuk Smartphone

1. Dr. Paul Hawkins, penemu Hawk Eye tahun 2001

The Guardian menyebutkan Hawk Eye diciptakan oleh pria asal Inggris Paul Hawkins. Awalnya teknologi ini diciptakan untuk pertandingan cricket. Tujuan dari Hawk Eye sendiri adalah melihat posisi terakhir pemain, dan bola. Fungsinya adalah agar diskusi antara pemain, dan sang wasit dapat terjalin dengan baik. Begitu juga olahraga yang menjunjung tinggi fairplay.

2. Mengurangi human error di Grand Slam 2007

Tenis adalah olahraga yang sangat ketat dan wajar bila banyak pemain yang kadang merasa dirugikan atas keputusan wasit. Dikutip oleh Al Ja Zeera, menjadi wasit di turnamen tenis bukan hal yang mudah. Mereka harus memiliki kesabaran ekstra, dan mata yang jeli. Dan tentu bukan hal baru bila pemain kecewa dan memutuskan meninggalkan lapangan setelah keputusan wasit.

Berdasarkan Reuters, Hawk Eye sendiri baru diperkenalkan di dunia tenis tahun 2005, untuk ajang ITF. Australian Open 2007 adalah ajang Grand Slam pertama yang menggunakan teknologi Hawk Eye. Fungsinya adalah melihat posisi akurasi bola tenis pada lapangan.

Baca juga: Hukum Teknologi Yang Harus Diketahui

3. Roland Garros tanpa Hawk Eye

Dikutip The New York Times, dan Express, Roland Garros menjadi satu-satunya Grand Slam yang tidak menggunakan Hawk Eye. Menurut direktur turnamen Jeremy Botton, melihat bekas bola tenis pada tanah liat lebih mudah di banding pada lapangan lainnya. Namun tidak dengan pemain, menurut BBC pemain tenis profesional akan tahu bagaimana posisi bola mereka.

Teknologi ini juga digunakan pemain untuk mengalihkan konsentrasi lawan mereka dalam pertandingan. Menurut mantan pemain Jheni Osman, Hawk Eye memberi pemain tenis tekanan mental dan itu kemungkinan akan mempengaruhi permainan mereka.

4. Hawk Eye pada sepak bola tahun 2012

Penemuan Hawk Eye ini yang juga digunakan pada goal line pertandingan sepak bola. Goal Line ini di adaptasi oleh FIFA setelah beberapa keputusan wasit yang merugikan beberapa tim. Contohnya seperti Piala Dunia 2010, dimana gol Frank Lampard tidak di akui. Seperti yang diliputi oleh BBC, Sepp Blatter sendiri mengatakan apa yang terjadi dengan Inggris kala itu mendorong penggunaan sistem ini pada dunia bola atau lebih tepatnya dengan kata-kata VAR sekarang.

Tidak hanya pada tenis, Hawk Eye digunakan dipertandingan lain seperti badminton, dan Cricket.

Baca juga: Teknologi Jet Tempur F-35

5. Mengubah sejarah

Dikutip oleh Sports Illustrated sejak ditemukan Hawk Eye, permainan tenis pun berubah. Hanya 30 persen pemain yang benar saat melakukan runding, atau challenge dengan Hawk Eye. Sedangkan 70 persen wasit, atau chair umpire benar atas keputusan mereka.

Selain itu posisi utama Hawk Eye tetap jalan meskipun ada pemadaman listrik, atau fans yang sengaja menutupi kamera. Sehingga permainan tetap bisa berjalan adil. Tidak semua chair umpire bisa menggunakan sistem Hawk Eye. Hanya chair umpire atau wasit internasional, atau yang memiliki Gold Badge yang bisa menggunakan fasilitas ini selama pertandingan.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *