Mengenal Teknologi TV Berbayar Tanpa Parabola

teknologi tv berbayar

Teknologi – Mengenal teknologi TV berbayar. Alih-alih menggunakan parabola, Nexmedia mengadopsi teknologi digital terrestrial DVB-T (digital video broadcasting terrestrial) dalam set top box (STB) atau dekoder.

Teknologi digital MPEG 4 yang diusung dalam dekoder memungkinkan siaran analog dikonversi menjadi siaran terestrial. Berbeda dengan penggunaan parabola, pemasangan dekoder terhitung lebih singkat dan mudah seperti halnya menyambungkan antena televisi dengan perangkat pemutar DVD (digital versatile disc).

Baca juga: Teknologi Memiliki Fungsi Berbeda Dengan Tujuan Awalnya

DVB-T sendiri pertama kali dipublikasikan pada 1997. Sejak saat itu DVB-T menjadi standar penyiaran digital yang paling banyak dipakai di seluruh dunia. Hingga 2008, DVB-T telah digunakan di lebih dari 35 negara di dunia.

Dirangkum dari berbagai sumber, teknologi penyiaran DVB-T kemudian menjadi standar teknis yang dikembangkan oleh proyek DVB dan diadopsi oleh European Telecommunication Standardization Institute (ETSI) sebagai standar ETSI ETS3000744. Standar ini menetapkan struktur framing, channel coding, dan modulasi untuk penyiaran televisi digital terestrial.

DVB-T memiliki kemampuan mengirimkan data berkapasitas besar pada kecepatan tinggi secara point-to-multipoint. Sistem ini membuat penyiaran langsung dari pemancar Bumi (terrestrial) ke penikmat tayangan di rumah.

Mengenal Teknologi TV Berbayar Tanpa Parabola

Pemancar terrestrial berfungsi untuk mentransmisikan data digital MPEG-2 yang telah dimodulasi menjadi gelombang VHF/ UHF untuk dipancarkan menggunakan antena pemancar.

Sistem modulasi digital yang digunakan dalam sistem DVB-T dalam modulasi OFDM (orthogonal frequency division multiplex) dengan pilihan tipe QPSK, 16QAAM, atau 64QAM. Sistem ini membuat pengguna bandwith lebih efisien (sekitar 6 hingga 8 MHz) sehingga pemakaian satu kanal bisa untuk beberapa konten.

Teknologi ini juga memungkinkan pengguna menerima gambar dengan kualitas definisi tinggi (high definition/ HD) dengan resolusi 1080p serta kualitas audio yang baik. Pada tayangan tertentu, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur merekam konten utnuk disaksikan kemudian.

Di sisi lain, pengguna memerlukan sistem penerima digital berupa set top box (STB) untuk menerima sinyal modulasi DVB-T. Perangkat ini akan mengolah sinyal modulasi DVB-T menjadi konten yang bisa disaksikan melalui televisi dengan antena biasa.

Baca juga: Manfaat Dari Puasa Teknologi

DVB-T kemudian dikembangkan untuk bisa diterima dalam perangkat mobile yang bertransformasi menjadi teknologi DVB-H (handheld). Format ini ditujukan untuk menerima siaran televisi digital para perangkat mobile.

Berbeda dengan DVB-T, standar DVB-H didukung teknologi time slicing untuk mengatur konten layanan yang ditransmisikan sesuai kebutuhan sehingga perangkat penerima hanya aktif saat konten dipancarkan.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *