Teknologi Cas Baterai Pada Mobil Listrik

Teknologi Cas Baterai pada Mobil Listrik

Teknologi – Evolusi teknologi cas baterai. Awal 1800-an saat mobil listrik pertama kali diciptakan, teknologi baterai belum secanggih sekarang. Waktu itu baterai yang telah habis masa pakainya, akan menjadi sampah yang tak bisa dimanfaatkan lagi.

Baru ketika 1881, saat Gaston Plante asal Perancis menemukan lead-acid battery, secara kesuluruhan desain baterai kemudian diperbaiki. Kapasitas daya meningkat, bisa diisi ulang, dan produksi baterai sudah mengarah pada skala industri.

Baca juga: Teknologi Ban Mobil Terbaru Yang Anti Bocor

Semenjak itu kendaraan listrik mengalami perkembangan, mulai dari yang beroda dua, beroda empat, kereta, hingga gerobak dipasangkan dengan motor listrik yang menggunakan baterai.

Teknologi Cas Baterai pada Mobil Listrik
Stasiun pengisian listrik ditempatkan di dekat fasilitas umum agar mudah dijangkau

Teknologi Cas Baterai

Minat orang terhadap mobil listrik meningkat pesat pada akhir 1890-an sampai awal 1900-an. Situasi ini, tak lepas karena baterai pada kendaraan listrik waktu itu, relatif mudah diisi ulang.

Secara umum, ada tiga model pengisian baterai pada mobil listrik. Pertama, isi ulang di tempat tinggal dengan alat portabel, dimana pemilik mobil menyambungkannya ketika ia sudah sampai di rumah dan mengisi ulang semalaman.

Baca juga: Tren Teknologi 2019 Yang Disematkan di Smartphone

Pemilik mobil listrik bisa mengecas di rumah atau tempat bekerja, sebab beberapa kendaraan listrik dapat dicolokkan ke soket listrik standar. Melakukan cas baterai di rumah, tidak punya ketentuan khusus, tanpa pakai meteran, dan beberapa stasiun pengisian portabel juga dapat terpasang di dinding.

Metode ini, jadi cara mengecas baterai paling praktis karena tak butuh arus listrik yang tinggi, namun kekurangannya proses pengecasan tergolong lama.

Teknologi Cas Baterai Pada Mobil Listrik
Tesla Superchargers, jadi stasiun pengisian khusus mobil listrik lansiran Tesla

Kedua, stasiun pengisian baterai umum. Biasanya, di negara maju dikelola oleh pihak swasta, sistem pengisian ulang seperti ini ada yang berbayar atau gratis.

Sistem ini awalnya berangkat dari isi ulang mobil listrik yang membutuhkan daya lebih besar dan harus mendukung daya jelajah lebih jauh dan waktu lebih relatif lebih cepat. Pengecasan harus dicolok ke soket listrik dengan arus kapasitas lebih tinggi. Oleh karena itu infrastruktur ini dipercaya jadi solusi kebutuhan mobil listrik dalam jangka panjang.

Stasiun pengisian umum ini biasanya tersedia sebagai fasilitas di jalan seperti layaknya SPBU atau di tempat-tempat yang strategis dan dioperasikan oleh banyak perusahaan swasta. Stasiun pengisian umum juga bisa dijumpai di lokasi parkir, pusat perbelanjaan, stasiun kereta, atau tempat bekerja.

Baca juga: Aplikasi Wajib Untuk Pemudik Pulang Kampung

Tukar Baterai (swaping)

Teknologi Cas Baterai Pada Mobil Listrik
Ilustrasi stasiun pengisian listrik model swap battery di Taiwan

Stasiun pengisian umum dinilai mendukung jangkauan yang lebih jauh dan proses pengisian lebih cepat. Tetapi, metode ketiga, disebut dengan cara tukar baterai atau swaping, dipercaya jauh lebih praktis ketimbang harus berlama-lama menunggu cas baterai sampai terisi penuh.

Metode swaping battery seperti ini jadi yang paling mudah. Sebab konsumen yang hanya tinggal menukar baterai yang sudah habis dengan baterai yang sudah diisi penuh.

Namun stasiun pengisian ulang model ini dinilai butuh standarisasi yang lebih baik, agar bisa dipakai di banyak kendaraan listrik. Selain itu, metode ini hanya ideal untuk kendaraan listrik berukuran kecil, seperti sepeda motor, karena dimensi baterai yang kompak. Kalau untuk mobil, baterai yang digunakan relatif besar dan punya mekanisme menyatu dengan sasis kendaraan. Sehingga sulit menggunakan baterai metode swaping battery.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *