Teknologi Memiliki Fungsi Berbeda Dengan Tujuan Awalnya

Teknologi Memiliki Fungsi Berbeda Dengan Tujuan Awalnya

Teknologi – Teknologi memiliki fungsi berbeda. Perubahan memang selalu terjadi di dunia teknologi. Sejumlah teknologi modern terkadang diciptakan untuk suatu hal tetapi akhirnya dimodifikasi oleh si pembuat. Sementara ada pula yang diciptakan untuk suatu hal tetapi akhirnya dimodifikasi oleh si pembuat. Sementara ada pula yang diciptakan untuk mengatasi permasalahan tertentu tetapi pengguna memakainya untuk tujuan lain.

Permasalahan tersebut memang tidak bisa dihindari mengingat manusia sangat kreatif dan menyukai perubahan. Tidak sedikit teknologi yang berubah fungsi dari awal pembuatannya. Kira-kira apa saja? Simak penjelasannya berikut ini tentang teknologi memiliki fungsi berbeda.

Baca juga: Manfaat Dari Puasa Teknologi

1. USB seharusnya bisa digunakan bolak-balik

Rata-rata orang harus mencoba dua hingga tiga kali agar USB bisa terdeteksi di komputernya. Untuk mengatasi hal ini, Ajay Bhatt, penemu USB mencoba membuat produknya flippable atau bisa dipakai bolak-balik.

Saat itu, Bhatt dan timnya tidak bisa mewujudkan gagasan tersebut, karena teknologi yang masih belum mumpuni. Tidak hanya itu, mereka juga khawatir untuk menambah anggaran, karena belum yakin bahwa produk tersebut akan laku di pasaran.

2. Android sebenarnya dirancang untuk kamera

Android didirikan pada tahun 2003 untuk membuat sistem operasi kamera digital. Saat awal didesain, Android memungkinkan penggunanya untuk menghubungkan kamera ke komputer tanpa memakai kabel atau cloud.

Tim tetap mempertahankan ide tersebut hingga mereka kedatangan investor di tahun 2004. Pada saat itu kebetulan pasar kamera digital sedang mengalami penurunan. Di saat yang sama, orang-orang mulai tertarik dengan smartphone. Mereka pun mengurungkan niatnya, apalagi setelah diakuisisi oleh Google.

Baca juga: Mengenal Teknologi Kamera Time of Flight

3. Mikrofon seharusnya digunakan untuk alat bantu mendengar

Mikrofon pertama diciptakan oleh Emile Berliner di tahun 1877. Di saat yang bersamaan Alexander Graham Bell juga mengerjakan penemuan yang serupa. Namun alat yang dibuat oleh Bell ternyata bukan untuk memperkeras suara, melainkan sebagai alat bantu dengan untuk orang memiliki kesulitan. Ia terinspirasi oleh ibunya sendiri yang mengalami tuli parsial. Namun sayangnya prototipe yang dibuat oleh Bell kurang praktikal sehingga sulit untuk digunakan.

4. Sirene sebenarnya tidak diciptakan untuk penunjuk bahaya

Sirene biasa dibunyikan untuk menunjukkan tanda bahaya. Alat ini biasa dipasang di ambulans, megaphone, atau ditaruh di perkampungan. Penemu pertamanya adalah Scotsman John Robinson. Di tahun 1799 ia ingin membuat instrumen musim, tetapi alat yang ia ciptakan hanya bisa membuat bunyi konstan seperti sirene yang kita tahu saat ini.

Di tahun 1819, Frenchman Cagniard de la Tour juga menciptakan alat yang sama. Namun tujuannya untuk mengukur kecepatan sayap nyamuk, kecepatan suara di bawah air, dan frekuensi not musik.

5. Blockchain didesain untuk menstempel dokumen

Blockchain adalah sistem pencatatan transaksi digital yang dilakukan dengan cryptocurrency. Ini adalah cara sederhana untuk menyampaikan informasi dengan otomatis dan aman. Namun ternyata sistem buatan Stuart Haber dan W. Scott Stornetta itu didesain untuk menstempel (time-stamp) dokumen digital. Sistem stempel yang ditawarkan adalah dengan merekam dokumen sesuai dengan waktu masing-masing diterbitkan.

Baca juga: Hal Yang Perlu Diketahui Pengguna WhatsApp

6. Robot pertama digunakan untuk mencetak logam

Robot sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Robot yang diprogram secara digital pertama kali dibuat oleh George Devol pada tahun 1954. Ia dan timnya menamai temuan mereka dengan sebutan Unimate.

Namun jangan membayangkan teknologi yang canggih mengingat saat itu semua masih serba kekurangan. Unimate memiliki tugas yang sangat sederhana, yaitu menuangkan logan cair panas ke cetakan. Seiring berjalannya waktu, robot tersebut akan semakin canggih dan kini digunakan di pabrik otomotif.

7. iPhone awalnya didesain tanpa App Store

Pada awalnya iPhone memang dirancang untuk tidak kompatibel dengan aplikasi pihak ketiga dari manapun, termasuk App Store. Ketika pertama kali dirilis pada 2007, Apple hanya mengizinkan pengembang untuk membuat aplikasi web, bukan mobile. Jadi pengguna hanya bisa mengaksesnya lewat Safari.

Untungnya, gagasan tersebut dipertimbangkan kembali karena tidak efisien. Sebenarnya Steve Jobs sendiri tetap menolak untuk beralih ke aplikasi mobile karena meragukan kualitasnya. Akan tetapi pada tahun 2008 ia menyerah dan akhirnya memperkenalkan App Store.

Menurutmu apakah peralihan fungsi dari teknologi modern tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna? Mana yang paling mengejutkan?

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *