Teknologi Mengerjakan Tugas Esai Para Siswa

Teknologi Mengerjakan Tugas Esai Para Siswa

Teknologi – Teknologi mengerjakan tugas esai. Sebagian besar siswa mungkin pernah membayangkan betapa mudahnya sekolah jika tidak ada pekerjaan rumah. Atau setidaknya ada yang bisa mengerjakan PR untuk mereka.

Tidak perlu menunggu lama lagi, kini ada sebuah teknologi yang bisa membuat PR berupa esai untuk siswa-siswa yang masih bersekolah. Ialah EssayBot yang hadir dalam bentuk situs dan aplikasi untuk ponsel. Penasaran dengan teknologi ini? Berikut fakta-faktanya.

Baca juga: Gadget Nenek Moyang Teknologi Yang Terlupakan

1. EssayBot dapat membantu siswa mengerjakan tugas, terutama esai

Teknologi ini diklaim dapat membantu siswa mengerjakan esai-esai mereka. EssayBot diprogram dengan teknologi canggih yang dapat memproduksi tulisan yang tidak pasaran. Para pembuatnya bertujuan untuk membantu pengguna mendapatkan penghargaan dan pujian akan tulisan dibuat.

2. EssayBot menawarkan layanan penulisan layaknya manusia

Dalam situs resminya, EssayBot menawarkan beberapa layanan untuk penggunanya. Yang pertama, mereka akan mencarikan sumber tulisan, menyarankan, dan menyusun kalimat lengkap menggunakan kecerdasan buatan.

Kemudian mereka akan menekan tingkat plagiarisme dengan memparafrase kalimat. Tidak hanya itu, EssayBot juga menyertakan kutipan untuk esai penggunanya.

Baca juga: Teknologi TV Cermin

3. Cara menggunakan EssayBot cukup mudah

Karena sebagian besar yang menggunakannya adalah para remaja, EssayBot mendesain cara penggunanya dengan sederhana. Kamu hanya perlu menggetikkan apa yang ingin ditulis berupa kalimat atau pertanyaan. Mesin pun akan bekerja.

Teknologi Mengerjakan Tugas Esai Para Siswa

4. Walaupun begitu, teknologi ini masih melibatkan penggunanya untuk menyusun sebuah esai

Paragraf pembuka biasanya diambil dari database rujukan ilmiah yang diparafrase untuk menghindari plagiarisme. Dari sana, pengguna dapat menambahkan paragraf lain yang berkaitan dengan topik esainya.

EssayBot menawarkan kalimat alternatif untuk dimasukkan. Cukup dengan menuliskan sebuah kata dan mereka akan memikirkan klausa terbaik yang dapat disambungkan dengan kalimat sebelumnya.

Baca juga: Teknologi Lampu Pintar

5. Teknologi ini sebenarnya serupa dengan mesin penerjemah

Dilansir dari Vox, Aaron Yin, pencipta EssayBot mengatakan bahwa cara kerja teknologinya mirip dengan penerjemah. Oleh karena itu, ia mengklaim bahwa EssayBot tidak sama dengan menyontek. Bot hanya memberikan alternatif kalimat dan membantu mencarikan sumber yang dapat digunakan siswa.

6. Pengguna dapat berlangganan layanan EssayBot

Jika ingin berlangganan, pengguna perlu membayar 9,95 USD atau setara dengan 144ribu rupiah setiap bulannya. EssayBot juga menyediakan paket berlangganan selama setahun dengan harga 49.95 USD atau sekitar 722 ribu rupiah.

Baca juga: Sejarah Media Penyimpanan Data

7. Walaupun menawarkan kemudahan, ada beberapa kelemahan dari teknologi ini

Pada April lalu, jurnalis dari The Guardian, The Verge, Wired, dan Vox diundang untuk mencoba EssayBot. Mereka mengaku bahwa bot ini bisa menghasilkan kalimat dengan tata bahasa yang tepat dan msuk akal.

Namun dibalik semua itu, narasi yang dihasilkan membingungkan. Ini karena bot tidak mampu membuat argumen yang tepat untuk menjadi kerangka esai. Poin-poinnya campur aduk dan saling bertentangan.

Apakah kamu tertarik untuk menggunakan EssayBot? Sebaiknya pertimbangkan dulu sebelum menggunakannya. Walaupun pencipta EssayBot mengatakan ini bukan cara untuk curang, tapi esensi dari pekerjaan rumah adalah untuk menambah wawasan dan latihan bagi siswa.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *